3 Tips Mudah Menurunkan Bounce Rate Di Website Anda

Anda memiliki situs web yang dirancang dengan indah. Kata kunci dengan target situs web. Anda memiliki cara untuk menangkap alamat email di website Anda. Tapi mengapa Anda tidak bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan dari website Anda?  Mungkin ada banyak orang mengunjungi situs Anda, tetapi mereka tidak mengkonversi ke penjualan ? Saatnya untuk mencari tahu alasannya dengan memeriksa Bounce Rate Anda.
Apa itu Bounce Rate ?

Bounce Rate adalah suatu nilai dalam persentase mengenai jumlah pengunjung yang langsung meninggalkan blog / website setelah membuka sebuah halaman. Darimana kita bisa tahu nilai/persentase tersebut? Kita bisa tahu dari tools statistik, contohnya Google Analytics. Semakin tinggi nilainya, semakin banyak pengunjung yang meninggalkan website Anda setelah membuka sebuah halaman daripada melihat sekeliling. Bounce Rate rata-rata adalah 50%.

Berikut ilustrasinya: Seseorang ingin mencari sesuatu secara online.  Situs Anda muncul di hasil pencarian. Mereka mengklik link anda. Mereka masuk di homepage Anda, tapi tidak menemukan apa yang mereka harapkan/cari lalu pergi.
Jadi pertanyaannya adalah: Mengapa mereka tidak menemukan apa yang mereka inginkan? Mengapa mereka meninggalkan situs Anda sebelum menjelajahinya?
Biasanya ada beberapa alasan kenapa hal ini bisa terjadi, antara lain:
1.Desain Anda Tidak Menarik
Kesan pertama benar-benar penting. Jika situs Web Anda belum diperbarui selama 5 tahun atau penuh dengan iklan, maka tidak ada alasan bagi pengunjung untuk menjelajahi situs Anda bahkan jika produk Anda luar biasa. Untungnya ada cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki masalah ini dengan mudah, yaitu dengan mengganti desain web yang menarik. Harga desain web tidak terlalu mahal, bahkan ada template dan platform yang dapat disesuaikan dan dapat Anda atur sendiri.

2. Keyword Buruk
Katakanlah nama perusahaan Anda adalah Red Ball Marketing. Anda tidak menjual bola merah, tapi orang-orang masih saja mendarat di situs Anda untuk mencari bola merah. Anda mungkin tidak bersedia mengubah nama perusahaan, tapi Anda bisa upayakan untuk muncul dengan kata kunci yang lebih baik di hasil pencarian. Jika Anda belum memikirkan kata kunci, traffic Anda akan bercampur dengan orang-orang yang mencari banyak hal tapi tidak berhubungan dengan yang Anda jual. Anda perlu mengetahui kata kunci utama audiens dalam pencarian dan pastikan kata kunci tersebut digunakan di seluruh situs Anda. Terutama dalam judul dan halaman statis. Bagi perusahaan pemasaran,  istilah-istilah tersebut, antara lain:
  • konten pemasaran
  • perusahaan pemasaran
  • Pemasaran untuk bisnis kecil
Jika Anda terus bekerja untuk membangun kehadiran Anda di dunia online dengan kata kunci, serta blogging, Anda harus mulai bergerak maju dalam hasil pencarian dan menarik orang-orang mencari apa yang Anda jual.

3. Kurangnya Call to Action (CTA)
Sekarang mesin pencari bisa mengarahkan pengunjung ke situs web Anda, itu tugas Anda untuk membuat mereka minum Kool-Aid. Jika homepage Anda tidak memiliki Call To Action, bagaimana mungkin pengunjung akan tahu apa yang ingin mereka lakukan? Pertimbangkan CTA yang sesuai instruksi Anda bagi pengunjung ke situs. Apakah Anda ingin mereka:
  • Membeli dari Anda?
  • Dapatkan penawaran gratis?
  • Berlangganan newsletter Anda?
  • Download ebook gratis?
Kemudian biarkan mereka tahu. Buat CTA Anda agar lebih berani, dengan warna berbeda dari teks sekitar, dan sederhana untuk diikuti.

Website Anda berpotensi untuk mengubah pengunjung menjadi pelanggan. Tapi Anda harus memastikan target yang tepat dengan konten dan kata kunci, bahwa situs Anda adalah tempat yang mengundang pengunjung untuk berbelanja. Kemudian Anda dapat menurunkan bounce rate dan meningkatkan penjualan!

Share this :

Previous
Next Post »