Landing page adalah ibarat salesman di sebuah website yang bertugas menyajikan dan mempromosikan produk untuk meyakinkan pembaca agar menjadi pelanggan.
Seorang sales biasanya dilatih untuk bisa meyakinkan orang secara halus dan informatif, tetapi juga kondusif untuk mencapai tujuan akhir yaitu penjualan. Nah, hal tersebut juga harus dilakukan sama pada landing page.
Salesman profesional biasanya selalu menghindari hal-hal yang bisa merugikan/mengurangi peluang penjualan dan ini juga harus berlaku untuk landing page. Bagaimana caranya? Simak ulasannya berikut ini tentang beberapa kesalahan umum pada landing page.
1. Abstrak, tidak jelas atau ambigu
Fungsi utama dari landing page adalah untuk mendapatkan/mengajak orang untuk melakukan tindakan tertentu. Dalam banyak kasus, tindakan ini mengarah ke pembelian. Oleh karena itu, elemen “call to action” pada landingh page (bisa berupa tombol atau gambar) haruslah jelas dan mencolok.
Jika orang mengunjungi landing page untuk mencari tahu lebih lanjut tentang produk kita, mungkin saja mereka tertarik untuk membelinya. Jadi, buat call to action yang jelas dan bisa memandu mereka ke langkah selanjutnya.
2. Menyajikan terlalu banyak informasi atau informasi yang tidak relevan dengan landing page
Penelitian telah menunjukan bahwa pada umumnya sebagian besar pengunjung website menghabiskan sekitar 20 detik pada halaman web sebelum mereka memtuskan untuk meninggalkan atau melanjutkan membaca.
Jadi, jika halaman kita berantakan dengan terlalu banyak informasi yang tidak jelas dan tidak relevan dengan landing page, akan membuat pembaca menjadi bingung atau jengkel, yang membuat mereka langsung menutup/meninggalkan landing page kita.
Landing page harus berisi informasi yang jelas, ringkas, dan relevan yang bisa membantu pembaca untuk mencari tahu lebih dalam tentang produk kita.
3. Kata-kata atau judul yang buruk
Hal pertama yang dilihat seseorang ketika mengunjungi sebuah halaman landing page adalah judul. Penggunaan kata dalam judul biasanya bisa menentukan apakah pengunjung ingin terus membaca atau tidak.
Headline haruslah semenarik mungkin, agar membuat pengunjung betah berlama-lama dan berada di landing page. Menulis judul yang baik sangat penting untuk efektivitas landing page kita.
4. Menyesatkan/menipu pembaca
Orang yang mengunjungi landing page kita mengaharapkan untuk melihat sesuatu yang spesifik. Misalnya, mereka melihat promosi diskon 30% di email, mengkliknya dan mengarah ke landing page kita. Tapi ternyata harga yang tertera di landing page berubah/berbeda.
Melanggar kepercayaan pelanggan pada awal pemasaran merupakan kesalahan fatal dan salah satu yang harus kita hindari, bukan hanya untuk alasan etis tetapi juga karena secara negatif bisa mempengaruhi kesuksesan bisnis.
Pastikan isi landing page selalu konsisten dengan apa yang kita tawarkan sebelumnya (baik dari iklan atau link).
5. Tidak memberikan informasi yang cukup tentang produk
Hal ini kebalikan dari poin 2 tadi (memberikan terlalu banyak informasi dan tidak relevan). Minimnya informasi yang kiat berikan mengenai produk juga tidak bagus untuk landing page.
Landing page harus memberikan informasi yang cukup untuk pembaca, agar ketika mereka mengklik tombol “beli sekarang” mereka akan mendapatkan apa yang mereka cari. Cara terbaik untuk menanamkan kepercayaan kepada calon pembeli adalah dengan menyediakan informasi yang cukup dan selengkap-lengkapnya tentang manfaat dan keuntungan dari produk pada landing page.
6. Landing page atau situs utama lama untuk dimuat (lemot)
Syarat pertama jika ingin menjalankan bisnis online yang sukses adalah harus memastikan bahwa sumber daya yang digunakan bekerja dengan baik. Salah satu sumber daya yang paling vital disini adalah web hosting.
Jika website terlalu lama untuk dimuat, tentunya ini akan mempengaruhi bisnis kita. Minimal, hindari penggunaan video streaming yang terlalu banyak atau konten lainnya yang bisa memperlambat kecepatan website.
Selain itu, kita bisa juga mengoptimalkan kecepatan webiste dengan menginstall plugin caching atau sejenisnya, atau memindahkan website dari shared hosting ke dedicated server untuk meningkatkan kecepatan webiste.
Nah, bagaimana dengan landing page-mu? Apakah termasuk salah satu dari keenam poin diatas?