http://www.volusion.com/ecommerce-blog/articles/tips-to-audit-ecommerce-website-for-conversions/
Teknologi dan internet terus berkembang, tumbuh, dan berubah lebih cepat dari yang pernah dibayangkan sebelumnya. Sangat penting bagi semua pemilik bisnis (terlepas dari ukuran dan tingkat keberhasilan) untuk mengambil langkah mundur dan mengevaluasi bagaimana kinerja toko onlinenya. Apakah telah sesuai dengan target dan tujuan diinginkan, berapa banyak konversi yang didapat, dan yang lainnya.
Berikut adalah 5 tips melakukan audit online shop untuk memaksimalkan konversi.
1. Komunikasi menciptakan engagement
Secara alami, orang mudah terpengaruh dengan apa yang dilihatnya. Artinya, jika pelanggan tidak menemukan apa yang mereka cara, mereka akan segera meninggalkan situs kita.
Pertama, lihat homepage website kita secara objektif. Apa industri kita, produk apa yang kita jual, dan siapa target pelanggan kita. Jika kita sulit untuk menjangkau semua orang, kita bisa mulai dengan menjangkau orang-orang terdekat seperti teman, saudara, dan tetangga. Mintalah saran bagaimana kesan pertama mereka tentang website kita.
Sebuah webiste yang memiliki konten berkualitas, produk unggulan, dan tombol CTA yang jelas akan membuat pelanggan yakin bahwa mereka berada di situs yang tepat.
Tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah pengunjung bisa dengan mudah menemukan website kita?
- Apakah website bisa dengan cepat menyampaikan apa yang kita lakukan?
- Apakah navigasi website jelas dan mudah digunakan?
2. Buatlah seefisien mungkin untuk pelanggan
Tidak ada yang lebih membuat frustasi ketika kita berada di sebuah wesbite, tapi tidak bisa menemukan apa yang kita cari. Nah, pastikan pelanggan tidak mengalami hal seperti ini di website kita. Cara yang bagus untuk membuat situs kita lebih efisien adalah dengan mengurangi langkah/klik yang dibutuhkan pelanggan untuk menemukan dan menambahkan produk ke shopping cart.
Lakukan test ini di website ecommercemu:
Mulai dari homepage, hitung jumlah klik yang dibutuhkan untuk menuju ke shopping cart. Jika lebih hanya 5 klik atau kurang, website masih termasuk baik. Tapi, jika dibutuhkan lebih dari 5 klik, mungkin kita perlu mengevaluasi lagi proses pembelian.
Contoh: Homepage > kategori > Sub kategori > Halaman produk > Klik tombol “add to cart” atau “beli”.
3. Konsistensi adalah kunci
Konsistensi akan membuat pengalaman pelanggan menjadi lebih mudah, baik itu pesan, branding, fungsi, dan penawaran. Pastikan bahwa semua usaha yang kita lakukan, baik pada website maupun strategi pemasaran selalu konsisten. Hal ini akan membuat pelanggan menjadi nyaman, dan pengalaman belanja yang baik.
Tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah font dan warna yang digunakan telah sama untuk semua halaman pada website?
- Apakah tombol CTA bekerja dengan baik di semua halaman?
- Apakah landing pages untuk iklan pemasaran sesuai dengan yang kita inginkan?
- Apakah pelanggan bisa melakukan pembayaran sesuai dengan ikon metode pembayaran yang tertera di website?
- Apakah nada/suara yang kita gunakan dalam konten telah sama di semua halaman dan media sosial?
Tips: Pastikan untuk menempatkan informasi penting dibagian header website.
4. Data tidak bisa berbohong
Ada banyak sekali tools analisis gratis yang bisa membantu kita untuk membuat keputusan. Contohnya adalah Google Analytics. Gunakan informasi yang ada pada Google Analytics untuk mempelajari bagaimana perilaku pengguna. Dengan mengetahui bagaimana interaksi pengguna dengan situs kita, itu akan memungkinkan kita untuk membuat keputusan cerdas tentang hirarki website kita yang didasarkan dari fakta-fakta, bukan hanya asumsi.
Pastikan untuk melacak setiap perubahan yang terjadi, sehingga kita bisa melihat apakah meningkatkan metrik atau tidak. Semakin banyak kita menguji, mengukur, dan memperbaiki masalah yang ada, maka website kita akan semakin berkembang.
Berikut adalah beberapa metrik penting Google Analytics:
- Audience > Demographics > Overview – Untuk melihat usia rata-rata pelanggan, jenis kelamin, minat.
- Acquisition > All Traffic > Channels – Untuk melihat semua channels yang digunakan.
- Behavior > Site Content > Landing Pages – Untuk melihat pengunjung yang masuk ke halaman ini.
- Behavior > Site Content > Exit Pages – Untuk melihat pengunjung yang meninggalkan halaman.
- Behavior > In-Page Analytics – Untuk melihat representasi visual dari apa yang menghubungkan pengunjung.
- Conversions > Ecommerce > Product Performance – Untuk melihat wawasan yang lebih dalam tentang produk yang dibeli.
- Conversions > Multi-Channel Funnels > Top Conversions Paths – Untuk melihat representasi visual dari proses sebelum menyelesaikan pembelian.
5. Konten adalah raja
Dari dulu hingga sekarang, konten adalah elemen utama dalam Search Engine Optimization (SEO). Hampir semua mesin pencari sangat menyukai konten orisinil (bukan copas) dan unik. Jadi pastikan kita memiliki produk dan konten yang berkualitas, serta jika didukung dengan strategi SEO yang baik, maka website kita akan semakin tumbuh berkembang.
Tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah kita memiliki konten di setiap halaman website?
- Apakah konten kita benar-benar unik atau menyalin dari sumber lain?
Jika telah memiliki 5 tips diatas, kita bisa memaksimalkan konversi website dan mendorong penjualan yang lebih tinggi. Semoga bermanfaat